Laman

Senin, 27 Januari 2014

10 Gambar dan berita lengkap perilaku menyimpang dan penyalagunaan media massa












images.jpg




















imagetgs.jpg





177654_tawuran-pelajar_663_382.jpg















PERILAKU MENYIMPANG_1.jpg




genkk.jpg









JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 115 preman jalanan yang sering beroperasi di wilayah Jakarta Selatan diamankan. Mereka terdiri dari pengamen, timer angkot maupun tukang parkir liar.
Kegiatan pembrantasan preman ini terkait operasi Pekat Jaya di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Petugas menyisir seluruh sudut-sudut pasar maupun jalanan untuk menyisir para preman.
“Kami berhasil amankan 115 orang yang sering bikin resah warga,” kata Kabag Operasi Polres Jaksel, AKBP Subandi, Selasa (16/01).

4. Pelajar SMA Menjadi Kurir Sabu

5. Demi Masuk Kampus Bergengsi Pelajar Dilarang Ngobrol

                                                6. Kawasan Darussalam jadi pusat perilaku menyimpang mahasiswa Aceh

SINDO NEWS,ACEH.Hasil penelitian yang dilakukan Badan Pemberdayaan Perempuan Aceh (BP2A) menemukan kawasan Darussalam merupakan tempat paling banyak ditemukan perilaku penyimpangan seks bebas mahasiswa Aceh. Selain itu, BP2A juga menemukan perilaku seks bebas ini juga merambah anak remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Manager Kasus BP2A, Endang Setianingsih mengatakan perilaku menyimpang ini disebabkan beberapa faktor. Faktor utama adalah kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh orang tua. Demikian juga kurangnya diberikan pembinaan, baik pembinaan akhlak maupun aqidah.

"Orang tua berperan penting agar anaknya tidak terjerumus ke dalam free sex, banyak orang tua membiarkan lepas anaknya saat jauh darinya," kata Endang di Aceh, Minggu (26/1).

Lanjutnya, faktor teknologi juga menjadi pendorong seseorang melakukan perilaku penyimpangan ini. Endang mencontohkan, saat ini sudah ada perangkat seluler yang bisa menonton berbagai film, sehingga banyak di antara mereka ingin mencoba apa yang dilihat.

"Banyak yang melakukan itu suka sama suka, ini sangat memprihatinkan, mereka pacaran, lalu melakukan itu," tegasnya.

Dosen Psikologi Harapan Bangsa ini meminta kepada Pemerintah Aceh agar menerapkan syariat Islam tidak tanggung-tanggung. "Ingin mencegahnya, terapkan syariat Islam secara kaffah, jangan setengah-setengah," imbuhnya.

Darussalam merupakan pusat indekos mahasiswa Aceh karena ada dua kampus ternama. Di antaranya ada kampus Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar-raniry (UIN Ar-raniry).

7. Polisi Grebek Gudang Miras Oplosan

Metrotvnews.com, Dairi: Kepolisian Sektor Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi, mengrebek pabrik miras oplosan di Desa Karing, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara. Dari pabrik miras oplosan ini petugas berhasil mengamankan ribuan botol minuman keras siap edar, bahan baku serta mesin pembuatan miras yang berada di dalam gudang. (Rinaldi Arigan)

8. Polda Sultra buru kawanan perampok emas 3 Kg di Kolaka

Merdeka.com - Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) sedang memburu pelaku perampokan tiga kilogram emas milik penjual emas di Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur. Kapolda Sultra Brigjen Pol Arkian Lubis mengatakan pelaku perampokan emas di Ladongi tersebut membawa kabur emas milik korban dengan menggunakan kendaraan roda empat.

"Petugas kita akan melacak pelaku melalui kendaraan yang digunakan saat membawa kabur barang milik korban, yang jenis mobilnya sudah kami ketahui," kata Arkian Lubis seperti dikutip dari Antara, Sabtu (7/12).

Meski belum mengetahui identitas dan ciri-ciri pelaku, Kapolda optimis petugas polisi bisa meringkus pelaku perampokan tersebut melalui pelacakan mobil yang digunakan para pelaku.

"Saya yakin dengan kerja keras intel polisi, pelaku perampokan emas tersebut bisa segera ditangkap," katanya.

Penjual emas di Ladongi, Kolaka Timur bernama H Rahman (40), Kamis (5/12) malam, mengalami perampokan. Selain membawa kabur tiga kilogram emas, pelaku juga menjarah dua buah Hp, Nokia dan BlackBerry, serta uang tunai sebanyak Rp 7 juta.

Setelah mengalami peristiwa perampokan tersebut, korban, H Rahman, langsung melapor ke Polsek Labandia, Kolaka Timur.

9. Karawang marak prilaku seks menyimpang

Sindonews.com - Prilaku seks menyimpang di Kabupaten Karawang ternyata marak. Berdasarkan penelusuran Yayasan Kita-kita (Yakiki) terhadap pelaku penyimpang seks, 90 persennya dipicu oleh seks Abuse (kekerasan seksual) ketika dalam usia muda.

Prilaku seks menyimpang seperti gay, dan lesbian di Kabupaten Karawang kini seakan menjadi gaya hidup, pasalnya banyak diantaranya pelajar maupun buruh melakukan penyimpangan seksual tersebut.

"Penyimpangan seksual
ini terjadi di semua kalangan, termasuk pelajar, pekerja, bahkan PNS," ujar Ketua Yayasan Kita-kita, Iwan, yang di temui di Pemkab Karawang, Jalan Ahmad Yani Kabupaten Karawang, Sabtu (26/012014).

Dikatakan, pelecehan seks dimasa kecil menciptakan memori alam bawah sadar yang seakan membuka gerbang menuju prilaku seks menyimpang.

"Sehingga hanya di butuhkan pemicunya saja untuk ke arah situ (perilaku seks menyimpang)," ujarnya.

Menurut Iwan, banyak
faktor pemicu yang dapat menjerumuskan seseorang pada seks instant atau seks alternatif, salah satunya internet.

Di zaman ini, akses informasi begitu mudah didapatkan namun kemudahan tersebut, dan terkadang memberikan celah terhadap perbuatan seks alternatif. Bahkan ditambah lingkungan yang permisif memicu dorongan seksual yang semakin tidak terkendali.

"Setelah
ada seks abuse, lingkungan berpengaruh menjadi pemicu seks alternatif tersebut," katanya.

Oleh karena itu, keluarga menjadi kunci penting dalam kontrol khususnya bagi remaja yang dalam masa pubertas untuk tidak terjerumus pada prilaku seks menyimpang tersebut.
Pasalnya, berdasarkan penelusuran yang dilakukan pihaknya terhadap pelaku, banyak dari mereka yang mengakui bahwa pernah terjadi pelecehan seksual semasa kecil.

"Hal tersebut secara tidak langsung tersimpang di unconsius mind (pikiran bawah sadar) mereka, dan ketika mereka menemukan pemicunya seperti halnya internet salah satunya, maka mereka pun akhirnyat terjerumus," ujarnya.

Pencegahannya, lanjutnya, perketat di dalam rumah dengan melakukan kontrol dari orang terdekat dalam hal ini ibu dan keluarga.

"Orang tua jangan pernah mempercayakan hak asuh kepada siapa pun karena rawan akan terjadi pelecehan seksual. Pasalnya sebagian besar pelecehan seksual dilakukan oleh orang terdekat," imbaunya.

Sementara itu, Awan, Satff Pelaksana KPA Karawang, mengatakan perilaku seks menyimpang seperti lesbian dan gay termasuk dalam kategori seks bebas yang tentunya rawan IMS (infeksi menular seksual). Jika ada luka, maka rawan tertular
HIV/AIDS.

"KPA sendiri untuk pencegahannya dengan melakukan sosialisasi bahaya penularan AIDS kepada pelajar di sekolah maupun di pergguruan tinggi dan masyarakat. Paling tidak mereka tahu bahaya HIV/AIDS ini, apa lagi berdasarkan
data dinkes sendiri penderita AIDS yang ditemukan itu antara usia 15-35 tahun yang paling banyak. Ada sekira 200 lebih penderita," ujarnya.

10. Eyang Subur Mengatakan Dirinya Lebih Tua Dari Nabi Adam Dan Mengaku Sebagai RasuL

11. Memutus Rantai Tawuran Pelajar





s






Reaksi:

0 komentar: