Laman

Rabu, 02 Oktober 2013



BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam. Sebagai hamba Tuhan yang mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan Sang Pencipta dengan tulus kita wajib menjalankan kewajiban kita sebagai kholifah di bumi.Agar kita menjadi kholifah yang baik dan bertanggumg jawab.Karena Allah telah memberikan karunia kepada kita sebagai makhluk Allah yang paling sempurna sehingga kita wajib menjaganya.
Dengan semakin maraknya terotisme dan aliran-aliran agama islam yang baru yang membuat umat islam semakin di cap sebagai agama teroris. Maka dari itu kami bertujuan dengan membahas dan mempelajari secara lebih dalam tentang Perkembangan Islam pada Masa Modern agar kami tidak salah memilih dan dapat lebih megerti tentang islam.




B.TUJUAN PENULISAN
1. Agar mudah dalam mempelajari dan memahaminya.
2. Agar kita bisa menjadi manusia yang lebih baik.
3. Menambah wawasan kita tentang ajaran Islam.
 4. Agar kita bisa belajar dari pengalaman masa lalu dan kita bisa menjadi  
     kholifah yang baik.

C.RUMUSAN MASALAH
            Untuk mendapatkan data dalam penyusunan makalah ini,penulis menggunakan:
1.Metode browsing yaitu mencari data dari internet.
2.Metode meringkas yaitu metode pembuatan ikhtisar dari buku-buku.

D.MANFAAT PENULISAN
            Penulis mengharap dengan dibuatnya makalah, ini agar pembaca bisa memahami tentang Perkembangan Islam pada Era Modern dan kita bisa menjadi umat Islam yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Semoga karya tulis ini bisa bermanfaat bagi kita .Amin….



BAB II
PEMBAHASAN

A.  PERKEMBANGAN AJARAN ISLAM PADA MASA MODERN
Pembaruan dalam Islam yang timbul pada periode sejarah Islam mempunyai tujuan, yakni membawa umat Islam pada kemajuan, baik dalam ilmu pengetahuan maupun kebudayaan. Perkembangan Islam dalam sejarahnya mengalami kemajuan dan juga kemunduran. Bab ini akan menguraikan perkembangan Islam pada masa pembaruan. Pada masa itu, Islam mampu menjadi pemimpin peradaban. Mungkinkah Islam mampu kembali menjadi pemimpin peradaban?
Pada akhir abad pertengahan dan memasuki awal era modern, umat islam di berbagai negara ada yang menyimpang dari Al-Qur’an dan Hadist. Penyimpangan tersebut terlihat dalam beberapa hal seperti berikut :
1. Umat islam pada kala itu mulai rusak. Di beberapa kalangan umat islam ajaran ketauhitan terkotori dengan  perilaku syirik. Selain menyembah Allah SWT mereka juga menyembah makanan, batu, tempat,benda bahakan orang  yang di anggap memiliki kekuatan dan dapat memberi kekayaan atau mengabulkan apa yang di inginkan.
2. Munculnya beberapa kelompok umat islam yang selama hidup yang hanay mementingkan urusan akhirat dan meninggalkan urusan keduniawian, dan itu termasuk penyimpangan akidah dalam syari’ah islam. Dan orang-orang ini menganut faham fatalisme yakni faham yang mengharuskan berserah diri kepada yang mengasai hidup ini dan tidak berlu berusaha.
Penyimapangan tersebut mendorong lahirnya tokoh-tokoh pembaru yang ingin menyadarkan umat islam agar segera sadar dan kembali keajaran islam yang bersumber pada Al-qur’an dan Hadist. Tokoh-tokoh pembaru tersebut adalah sebagai berikut :
1. Muhammad Abdul Wahab (1115 – 1201 ) atau (1703-1787 M)
Muhammad Abdul Wahab (1703-1787 M) yang berasal dari nejed, Saudi Arabia. Pemikiran yang dikemukakan oelh Muhammada Abdul Wahab adalah upaya memperbaiki kedudukan umat Islam dan merupakan reaksi terhadap paham tauhid yang terdapat di kalangan umat Islam saat itu. Paham tauhid mereka telah bercampur aduk oleh ajaran-ajaran tarikat yang sejak abad ke-13 tersebar luas di dunia Islam
Disetiap negara Islam yang dikunjunginya, Muhammad Abdul Wahab melihat makam-makam syekh tarikat yang bertebaran. Setiap kota bahkan desa-desa mempunyai makam sekh atau walinya masing-masing. Ke makam-makam itulah uamt Islam pergi dan meminta pertolongan dari syekh atau wali yang dimakamkan disana untuk menyelesaikan masalah kehidupan mereka sehari-hari. Ada yang meminta diberi anak, jodoh disembuhkan dari penyakit, dan ada pula yang minta diberi kekayaan. Syekh atau wali yang telah meninggal. Syekh atau wali yang telah meninggal dunia itu dipandang sebagai orang yang berkuasa untuk meyelesaikan segala macam persoalan yang dihadapi manusia di dunia ini. Perbuatan ini menurut pajam Wahabiah termasuk syirik karena permohonan dan doa tidak lagi dipanjatkan kepada Allah SWT. Masalah tauhid memang merupakan ajaran yang paling dasar dalam Islam . oleh karena itu, tidak mengherankan apabila Muhammad Abdul Wahab memusatkan perhatiannya pada persoalan ini. Ia memiliki pokok-pokok pemikiran sebagai berikut.
  1. Yang harus disembah hanyalah Allah SWT dan orang yang menyembah selain dari Nya telah dinyatakan sebagai musyrik
  2. Kebanyakan orang Islam bukan lagi penganut paham tauhid yang sebenarnya karena mereka meminta pertolongan bukan kepada Allah, melainkan kepada syekh, wali atau kekuatan gaib. Orang Islam yang berperilaku demikian juga dinyatakan sebagai musyrik
  3. Menyebut nama nabi, syekh atau malaikat sebagai pengantar dalam doa juga dikatakan sebagai syirik
  4. Meminta syafaat selain kepada Allah juga perbuatan syrik
  5. Bernazar kepada selain Allah juga merupakan sirik
  6. Memperoleh pengetahuan selain dari Al Qur’an, hadis, dan qiyas merupakan kekufuran
  7. Tidak percaya kepada Qada dan Qadar Allah merupakan kekufuran.
  8. Menafsirkan Al Qur’an dengan takwil atau interpretasi bebas juga termasuk kekufuran.
Untuk mengembalikan kemurnian tauhid tersebut, makam-makam yang banyak dikunjungi denngan tujuan mencari syafaat, keberuntungan dan lain-lain sehingga membawa kepada paham syirik, mereka usahakan untuk dihapuskan. Pemikiran-pemikiran Muhammad Abdul Wahab yang mempunyai pengaruh pada perkembangan pemikiran pembaruan di abad ke-19 adalah sebagai berikut.
  1. Hanya alquran dan hadis yang merupakan sumber asli ajaran-ajaran Islam. Pendapat ulama bukanlah sumber
  2. Taklid kepada ulama tidak dibenarkan
  3. Pintu ijtihad senantiasa terbuka dan tidak tertutup
Muhammad Abdul Wahab merupakan pemimpin yang aktif berusaha mewujudkan pemikirannya. Ia mendapat dukungan dari Muhammad Ibn Su’ud dan putranya Abdul Aziz di Nejed. Paham-paham Muhammad Abdul Wahab tersebar luas dan pengikutnya bertambah banyak sehingga di tahun 1773 M mereka dapat menjadi mayoritas di Ryadh. Di tahun 1787, beliau meninggal dunia tetapi ajaran-ajarannya tetap hidup dan mengambil bentuk aliran yang dikenal dengan nama Wahabiyah.
2. Rifa’ah Badawi Rafi’i At- tahtawi
Beliau lahir di Tahta pada tahun 1801 M dan meninggal di Mesir. Tahun meninggalnya tidak di ketahui dengan jelas. Beliau juga di kenal dengan At- tahtawi. Pemikiran yang belau serukan adalah  agar umat islam di dunia tidak mementingkan urusan ukhrawi saja. Melainkan juga mementungkan urusan duniawi agar umat islam tidak terjajah oleh bangsa lain.
3. Jamaludin Al Afgani (Iran 1838 – Turki 1897)                                                                                                                                             
Salah satu sumbangan terpenting di dunia Islam diberikan oleh sayid Jamaludin Al Afgani. Gagasannya mengilhami kaum muslim di Turki, Iran, mesir dan India. Meskipun sangant anti imperialisme Eropa, ia mengagungkan pencapaian ilmu pengetahuan barat. Ia tidak melihat adanya kontradiksi antara Islam dan ilmu pengetahuan. Namun, gagasannya untuk mendirikan sebuah universitas yang khusus mengajarkan ilmu pengetahuan modern di Turki menghadapi tantangan kuat dari para ulama. Pada akhirnya ia diusir dari negara tersebut.
4. Muhammad Abduh (mesir 1849-1905) dan Muhammad Rasyd Rida                      (Suriah   1865-1935)
Guru dan murid tersebut sempat mengunjungi beberapa negara Eropa dan amat terkesan dengan pengalaman mereka disana. Rasyd Rida mendapat pendidikan Islam tradisional dan menguasai bahasa asing (Perancis dan Turki) yang menjadi jalan masuknya untuk mempelajari ilmu pengetahuan secara umum. Oelh karena itu, tidak sulit bagi Rida untuk bergabung dengan gerakan pembaruan Al Afgani dan Muhammad Abduh di antaranya melalui penerbitan jurnal Al Urwah Al Wustha yang diterbitkan di paris dan disebarkan di Mesir. Muhammad Abduh sebagaimana Muhammad Abdul Wahab dan Jamaludin Al Afgani, berpendapat bahwa masuknya bermacam bid’ah ke dalam ajaran Islam membuat umat Islam lupa akan ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya. Bid’ah itulah yang menjauhkan masyarakat Islam dari jalan yang sebenarnya.
5. Toha Husein (Mesir Selatan 1889-1973)
Toha husein adalah seorang sejarawan dan filsuf yang amat mendukung gagasan Muhammad Ali Pasya. Ia merupakan pendukung modernisme yang gigih. Pengadopsian terhadap ilmu pengetahuan modern tidak hanya penting dari sudut nilai praktis (kegunan)nya saja, tetapi juga sebagai perwujudan suatu kebudayaan yang amat tinggi. Pandangannya dianggap sekularis karena mengunggulkan ilmu pengetahuan.
6. Sayid Qutub (Mesir 1906-1966) dan Yusuf Al Qardawi.
Al qardawi menekankan perbedaan modernisasi dan pembaratan. Jika modernisasi yang dimaksud bukan berarti upaya pembaratan dan memiliki batasan pada pemanfaatan ilmu pengetahuan modern serta penerapan tekhnologinya, Islam tidak menolaknya bahkan mendukungnya. Pandangan al qardawi ini cukup mewakili pandangan mayoritas kaum muslimin. Secara umum, dunia Islam relatif terbuka untuk menerima ilmu pengetahuan dan tekhnologi sejauh memperhitungkan manfaat praktisnya. Pandangan ini kelak terbukti dan tetap bertahan hingga kini di kalangan muslim. Akan tetapi, dikalangan pemikir yang mempelajari sejarah dan filsafat ilmu pengetahuan, gagasan seperti ini tidak cukup memuaskan mereka.
7. Sir Sayid Ahmad Khan (india 1817-1898)
Sir Sayid Ahmad Khan adalah pemikir yang menyerukan saintifikasi masyarakat muslim. Seperti halnya Al Afgani, ia menyerukan kaum muslim untuk meraih ilmu pengetahuan modern. Akan tetapi, berbeda dengan Al Afgani ia melihat adanya kekuatan yang membebaskan dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi modern. Kekuatan pembebas itu antara lain meliputi penjelasan mengenai suatu peristiwa dengan sebab-sebabnya yang bersifat fisik materiil. Di barat, nilai-nilai ini telah membebaskan orang dari tahayuldan cengkeraman kekuasaan gereja. Kini, dengan semangat yang sama, Ahmad Khan merasa wajib membebaskan kaum muslim dengan melenyapkan unsur yang tidak ilmiah dari pemahaman terhadap Al Qur’an. Ia amat serius dengan upayanya ini antara lain dengan menciptakan sendiri metode baru penafsiran Al Qur’an. Hasilnya adalah teologi yang memiliki karakter atau sifat ilmiah dalam tafsir Al Qur’an
8. Sir Muhammad Iqbal (Punjab 1873-1938)
Generasi awal abad ke-20 adalah Sir Muhammad Iqbal yang merupakan salah seorang muslim pertama di anak benua India yang sempat mendalami pemikiran barat modern dan mempunyai latar belakang pendidikan yang bercorak tradisional Islam. Kedua hal ini muncul dari karya utamanya di tahun 1930 yang berjudul The Reconstruction of Religious Thought in Islam (Pembangunan Kembali Pemikiran Keagamaan dalam Islam). Melalui penggunaan istilah recontruction, ia mengungkapkan kembali pemikiran keagamaan Islam dalam bahasa modern untuk dikonsumsi generasi baru muslim yang telah berkenalan dengan perkembangan mutakhir ilmu pengetahuan dan filsafat barat abad ke-20. Untuk menyatukan umat Islam di seluruh dunia pada bulan Zulhijah 1381 H ( Mei 1962) didirikan rabitah Al-Alam Al- Islam ( Muslim Word League atau Liga muslim Sedunia) yang merupakan organisasi yang tidak memiliki platform tidak berpihak pada suatu partai atau golongan atau  hanya mewakili umat islam sedunia. Lembaga yang berpusat di Mekah, Arab saudi. Dan untuk memajukan dakwah di daerah Eropa, dengan mendirikan Dewan Islam Eropa oleh Conference of Islamic Cultural Center and Organization of Europe ( Konfrensi Pusat Kebudayaan dan Organisasi Islam Eropa) di London pada bulan Mei 1973 dan bersekertariat di Jeddah .
BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
 Di abad pertengahan islam mulai berkembang dan islam menyebar ke negara-negara lain misalnya India, Irak, Pakistan dan lain lain. dan pada abad pertengahan pula dalam masa penyebaran islam muncul ilmuan ilmuan dan cendekiawan cendekiawan islam. Negara negara yang bercorak islam pun bermunculan di berbagai negara, dan merupakan pusat penyebaran islam.

B.   SARAN
            Kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna harus menjaga apa yang telah diberikan Allah kepada kita.Karena Allah telah menugaskan kita sebagai kholifah di bumi.Kita harus berusaha menjadi manusia yang lebih baik,dengan cara menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.







DAFTAR PUSTAKA

http://www.geocities.com/cominglucky/tamadunmain.htm,
SUPRIYANTO, MODUL SISWA, penunjang pembelajaran, pendidikan agama islam kelas xi semester 1

Reaksi:

0 komentar: