Laman

Kamis, 02 April 2015

20 Kata-kata Bijak Mahabharata Dari Basudewa Krisna

20 Kata-kata Bijak Mahabharata Dari Basudewa Krisna


Drama Hindustan Mahabharata di ANTV adalah fenomena terkini tayangan televisi di Indonesia. Kisah legendaris yang terkenal di kalangan masyarakat Jawa itu menghadirkan banyak tokoh terkenal. Terkenal bukan hanya karena dibintangi oleh aktor dan aktris dengan wajah tampan dan cantik, tetapi juga terkenal karena kata-kata bijak Mahabharata yang sungguh inspiratif.
Salah satu tokoh sentral dalam kisah Mahabharata adalah Basudewa atau Krisna yang sering menasehati Pandawa dan Drupadi di kala mereka susah. Khrisna tidak saja menjadi idola kaum hawa karena ketampanannya, tetapi juga kata-kata mutiara Basudewa yang terngiang-ngiang di telinga penggemarnya. Kata-kata mutiara Mahabharata dari Khrisna sangat menggugah pemikiran. Berikut ini saya bagikan 30 kata-kata bijak Basudewa Krisna…
Manusia yang senantiasa dihela dahaga harta dan berlari mengejar tahta seperti halnya kelinci yang terjerat jebakan petani – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Kehilangan sesuatu bukanlah berarti kekalahan – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Kebahagiaan sejati berasal dari pengembangan cinta dan belas kasih terhadap segenap makhluk berindra – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Hati manusia bergerak seperti layangan. Kadang tenang, kadang bergejolak – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Segala sesuatu pada dasarnya adalah kesadaran, kemurnian dan kegembiraan – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Kesadaran tidak diperoleh kembali. Ia sudah ada disana. Yang paling diperlukan adalah membebaskan pikiran yang belum ia sadari – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Keadaan yang sulit menjadi dorongan untuk menyempurnakan laku bagi orang yang berpikir – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Makna nyata dharma harus dialami secara langsung – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Kebenaran hanya dapat disadari di dalam kesadaran terdalam seseorang – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Kesalahan adalah setengah kebenaran yang tersandung karena keterbatasan-keterbatasan manusia – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Seorang manusia bijak tidak mengatakan ADA ataupun TIDAK ADA – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Kebenaran tidak dapat dipotong-potong menjadi potongan kecil dan disusun di dalam sistem – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Hidupmu memiliki batas, tetapi pengetahuan tidak – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Jika engkau menggunakan yang terbatas untuk mengejar hal yang tidak terbatas, maka engkau berada dalam bahaya – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Kesadaran diri adalah suatu keadaan pencapaian batin yang mulia dan melampaui semua penggambaran – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Subyektifitas dan obyektifitas hanyalah dua sisi dari kesadaran yang sama – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Tak ada yang melihat ataupun yang dilihat. Yang ada hanyalah kenyataan yang Esa – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Perbedaan di dalam dan di luar muncul karena bentuk konstruksi pikiran semata – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Jika obyek tidak memiliki kesadaran, ia takkan mempunyai cahaya, sebagaimana ia sebelumnya – Basudewa Khrisna (Mahabharata).
Dalam kenyataannya, apa yang disebut dunia adalah pikiran semata – Basudewa Khrisna (Mahabharata).



Sumber : agussiswoyo.com
Reaksi:

0 komentar: