Laman

Sabtu, 12 Desember 2015

CONTOH MAKALAH TENTANG PROFESI PENDIDIKAN



Beberapa Prinsip yang perlu diperhatikan dalam Pembelajaran

Kata Pengantar


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya makalah ini dapat terselesaikan, meskipun banyak kekurangan di sana- sini.
            Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah PROFESI PENDIDIKAN. Dalam makalah ini dijelaskan tentang Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran.
            Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk membantu dalam memahami profesi pendidikan terutama yang berhubungan dengan prinsip – prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran.
            Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu masukan dan kritikan sangat kami harapkan untuk penyusunan yang lebih baik.



Penyusun









DAFTAR ISI


Kata Pengantar…………………………………......................................................................
Daftar Isi………………………………………………………………………………………
BAB  I Pendahuluan..................................................................................................................
            latar belakang............................................................................................................................
1.2            Batasan Masalah………………………………………………………………………………
1.3            Rumusan Masalah………………………………………………………………………….....
1.4            Tujuan………………………………………………………………………………… ...........
BAB II Landasan Teori
2.1      Pengertian Pembelajaran dalam Dunia Pendidikan…………………………………  
2.2      Prinsip-prinsip Pembelajaran………………………………………………….......…     
BAB III  Pembahasan
3.1      Guru yang Mampu Membangkitkan Perhatian dan Motivasi…………………. ......      
3.2       Beberapa Cara Membangkitkan Perhatian dan Motivasi Siswa…………….........       
BAB  IV Penutup
4.1       Kesimpulan……………………………………………………………………….........
4.2       Saran……………………........................................................................................……      
Daftar Pustaka


PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu tugas guru adalah mengajar. Dalam kegiatan mengajar ini tentu saja tidak dapat di lakukan sembarangan, tetapi harus menggunakan teori-teori dan prinsip-prinsip belajar tertentu agar bisa bertindak secara tepat. Oleh karenanya, sebagai calon guru perlu mempelajari teori dan prinsip-prinsip belajar yang dapat membimbing aktivitas dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Walaupun teori belajar tidak dapat diharapkan menentukan langkah demi langkah prosedur pembelajaran, namun bisa memberi arah prioritas-prioritas dalam tindakan guru. Dalam perencanaan pembelajaran, prinsip-prinsip belajar dapat mengungkap batas-batas belajar kemungkinan dalam pembelajaran.
 Dalam melaksanakan pembelajaran, pengetahuan tentang teori dan prinsip-prinsip belajar dapat membantu guru dalam memilih tindakan yang tepat. Guru dapat terhindar dari tindakan-tindakan yang kelihatannya baik tetapi nyatanya tidak berhasil meningkatkan proses belajar siswa. Selain itu dengan teori dan prinsip-prinsip belajar, ia memiliki dan mengembangkan sikap yang diperlukan untuk menunjang peningkatan belajar siswa.
Banyak teori dan prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan perbedaan. Dari berbagai prinsip belajar tersebut terdapat beberapa prinsip yang relativ berlaku umum yang dapat kita pakai sebagai dasar dalam upaya pembelajaran, baik bagi siswa yang perlu meningkatkan upaya belajarnya maupun bagi guru dalam upaya meningkatkan mengajarnya. Prinsip itu berkaitan dengan perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung/berpengalaman, pengulangan, tantangan, balikan dan penguatan, serta perbedaan individual. Oleh karena itu, untuk lebih lengkapnya akan penulis bahas dalam materi pembahasan di bawah ini dengan judul “ Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran “.
1.2 Batasan Masalah
Prinsip-prinsip pembelajaran yang akan dibahas lebih lanjut dalam makalah ini dibatasi hanya pada prinsip-prinsip yang berkaitan dengan perhatian dan motivasi,keaktifan dan keterlibatan langsung/berpengalaman. 
1.3              Rumusan Masalah

1.       Apa saja yang termasuk dalam  prinsip-prinsip pembelajaran dalam dunia pendidikan?
2.       Apa saja prinsip pembelajaran yang berkaitan dengan perhatian dan motivasi?
3.       Apa pengaruh penguasaan prinsip-prinsip pembelajaran yang berkaitan dengan perhatian dan motivasi  terhadap keberhasilan program pembelajaran?

1.4            Tujuan

1.     Untuk mengetahui apa saja yang termasuk dalam prinsip-prinsip pembelajaran dalam dunia pendidikan.
2.     Untuk mengetahui prinsip pembelajaran yang berkaitan dengan perhatian dan motivasi
3.     Untuk mengetahui pengaruh penguasaan  prinsip-prinsip pembelajaran yang berkaitan dengan perhatian dan motivasi  terhadap keberhasilan program pembelajaran




BAB II 
LANDASAN TEORI
 
  
2.1   Pengertian Pembelajaran dalam dunia pendidikan
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahun, penguasaan, kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan kepada peserta  didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang dibentukan, juga dapat mempengaruhi perubahan sikap, serta keterampilan seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan suatu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.
Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreatifitas pengajar. Pembelajaran yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu mempalisitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat di ukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, di tunjang fasilitas yang memadai, di tambah dengan kreatifitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.
2.2 Prinsip-prinsip Pembelajaran
Berikut ini adalah prinsip umum pembelajaran yang penulis rangkum dari beberapa pakar pembelajaran yang meliputi :
1.      Perhatian dan motivasi
Perhatian mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan belajar. Dari kajian teori belajar pengolahan informasi terungkap bahwa tanpa adanya perhatian tidak mungkin adanya belajar. Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya. Apabila bahan pembelajaran itu di rasakan sebagai sesuatu yang dibutuhkan, di perlukan untuk belajar lebih lanjut atau di perlukan dalam kehidupan sehari –hari, akan membangkitkan perhatian dan juga motivasi untuk mempelajarinya. Apabila dalam diri siswa tidak ada perhatian terhadap pelajaran yang dipelajari, maka siswa tersebut perlu dibangkitkan perhatiannya. Dalam proses pembelajaran, perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya, kalau peserta didik mempunyai perhatian yang besar mengenai apa yang dipelajari peserta didik dapat menerima dan memilih stimulus yang relevan untuk diproses lebih lanjut di antara sekian banyak stimulus yang datang dari luar. Perhatian dapat membuat peserta didik untuk mengarahkan diri pada tugas yang akan diberikan, melihat masalah-masalah yang akan diberikan, memilih dan memberikan fokus pada masalah yang harus diselesaikan.
 Di samping perhatian, motivasi mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar. Motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas seseorang. Motivasi mempunyai kaitan yang erat dengan minat. Siswa yang memilki minat terhadap sesuatu bidang studi tertentu cenderung tertarik perhatiannya dan dengan demikian timbul motivasi untuk mempelajarinya. Misalnya siswa yang menyukai pelajaran matematika akan merasa senang belajar matematika dan terdorong untuk belajar lebih giat, karenanya adalah kewajiban bagi guru untuk bisa menanamkan sikap positif pada diri siswa terhadap mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Motivasi dapat diartikan sebagai tenaga pendorong yang menyebabkan adanya tingkah laku kea rah suatu tujuan tertentu. Ada tidaknya motivasi dalam diri peserta didik dapat diamati dari observasi tingkah lakunya. Apabila peserta didik mempunyai motivasi, ia akan:

a.      Bersungguh-sungguh menunjukan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar.
b.      Berusaha keras dan memberi waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut.
c.       Terus bekerja sampai tugas-tugas tersebut terselesaikan.
2.      Keaktifan
Menurut pandangan psikologi, anak adalah makhluk yang aktif. Anak mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu, mempunyai kemauan dan aspirasinya sendiri. Belajar tidak bisa dipaksakan oleh orang lain dan juga tidak bisa dilimpahkan pada orang lain. Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak mengalami sendiri.
John Dewey mengemukakan bahwa belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siawa untuk dirinya sendiri, maka inisiatif harus datang dari dirinya sendiri, guru hanya sebagai pembimbing dan pengarah. Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif, kontruktif dan mampu merencanakan sesuatu. Anak mampu mencari, menemukan dan menggunakan pengetahuan yang telah diperolehnya.
Thordike mengemukakan keaktifan siswa dalam belajar dengan hukum “ law of exercise “. Hubungan stimulus dan respon akan bertambah erat jika sering di pakai dan akan berkurang bahkan lenyap jika tidak pernah digunakan.
Mc.Keachie menemukakan bahwa individu merupakan “ manusia belajar yang aktif selalu ingin tahu “. Dalam proses belajar, siswa harus menampakan keaktifan. Keaktifan itu dapat berupa kegiatan fisik bisa berupa membaca, mendengar, menulis dan berlatih keterampilan–keterampilan. Kegiatan psikis misalnya menggunakan pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan masalah yang dihadapi, membandingkan suatu konsep dengan yang lain, menyimpulkan hasil percobaan.
3.      Keterlibatan langsung/Pengalaman 
Belajar haruslah dilakukan sendiri oleh siswa, belajar adalah mengalami dan tidak bisa dilimpahkan pada orang lain. Edgar Dale dalam penggolongan pengalaman belajar mengemukakan bahwa belajar yang paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung. Dalam belajar melalui pengalaman langsung siswa tidak hanya mengamati, tetapi ia harus menghayati, terlibat langsung dalam perbuatan dan tanggung jawab terhadap hasilnya. Sebagai contoh seseorang yang belajar membuat tempe yang paling baik apabila ia terlibat secara langsung dalam pembuatan, bukan hanya melihat bagaimana orang membuat tempe, apalagi hanya mendengar cerita bagaimana cara pembuatan tempe. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas sendiri.
Dalam konteks ini siswa belajar sambil bekerja, karena dengan bekerja mereka memperoleh pengetahuan, pemahaman, pengalaman serta dapat mengembangkan keterampilan yang bermakna untuk hidup di masyarakat. Hal ini juga sebagaimana yang di ungkapkan Jean Jacques Rousseau bahwa anak memiliki petensi-potensi yang masih terpendam, melalui belajar anak harus di beri kesempatan mengembangkan atau mengaktualkan potensi-potensi tersebut. Sesungguhnya anak mempunyai kekuatan sendiri untuk mencari, mencoba, menemukan dan mengembangkan diri sendiri. Dengan demikian, segala pengetahuan itu harus di peroleh dengan pengamatan sendiri, pengalaman sendiri, penyelidikan sendiri, bekerja sendiri, dengan fasilitas yang diciptakan sendiri. Pembelajaran itu akan lebih bermakna jika siswa “ mengalami sendiri apa yang telah dipelajarinya bukan “ mengetahui “ dari informasi yang di sampaikan guru, sebagaimana yang di kemukakan Nurhadi bahwa siswa akan belajar dengan baik apabila yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang mereka ketahui, serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat aktif dalam proses belajar disekolah.
Dari berbagai pandangan para ahli tersebut menunjukan betapa pentingnya keterlibatan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. Pentingnya keterlibatan langsung dalam belajar dikemukakan oleh John Dewey dengan “ learning by doing “. Prinsip ini di dasarkan pada asumsi bahwa para siswa dapat memperoleh lebih banyak pengalaman dengan cara keterlibatan secara aktif dan proporsional, di bandingkan dengan bila mereka hanya melihat materi/konsep.
4.      Pengulangan
Prinsip belajar yang menekankan perlunya pengulangan adalah teori psikologi daya. Menurut teori ini belajar adalah melatih daya-daya apa yang ada pada manusiia yang terdiri atas daya mengamati, menanggap, mengingat, menghayal, merasakan, berfikir dan sebagainya. Dengan mengadakan pengulangan maka daya-daya tersebut akan berkembang, seperti halnya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam, maka daya yang dilatih dengan pengadaan pengulangan-pengulangan akan sempurna.
Dalam proses belajar, semakin sering materi pelajaran diulang maka semakin ingat dan melekat pelajaran itu dalam diri seseorang. Mengulang besar pengaruhnya dalam belajar, karena adanya pengulangan “ bahan yang belum begitu dikuasai serta mudah terlupakan “ akan tetap tertanam dalam otak seseorang. Mengulang dapat secara langsung sesudah membaca, tetapi juga bahkan lebih penting adalah mempelajari kembali bahan pelajaran yang sudah dipelajari misalnya dengan membuat ringkasan. Teori lain yang menekankan prinsip pengulangan adalah teori koneksionisme-nya Thordike.
5.      Tantangan
Teori medan dari Kurt Lewis mengemukakan bahwa siswa  belajar dalam suatu medan. Dalam situasi belajar siswa menghadapi suatu tujuan yang ingin dicapai, tetapi selalu terdapat hambatan dalam mempelajari bahan belajar maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu dengan mempelajari bahan belajar tersebut.
Apabila hambatan itu telah diatasi, artinya tujuan belajar telah tercapai maka ia akan dalam medan baru dan tujuan baru demikian seterusnya. Menurut teori ini belajar adalah berusaha mengatasi hambatan-hambatan untuk mencapai tujuan agar pada diri anak timbul motif yang kuat untuk mengatasi hambatan yang baik, maka bahan pelajaran harus menantang. Tantangan yang dihadapi dalam bahan belajar membuat siswa bersemangat untuk mengatasinya. Bahan pelajaran yang baru yang banyak mengandung masalah yang perlu dipecahkan membuat siswa tertantang untuk mempelajarinya.

6.      Balikan dan Penguatan
Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan dan penguatan adalah teori belajar operant conditioning dari B.F .Skinner. kunci dari teori ini adalah hukum effeknya Thordike, hubungan stimulus dan respon akan bertambah erat. Jika disertai perasaan senang atau puas dan sebaliknya bisa lenyap jika disertai perasaan tidak senang. Artinya jika suatu perbuatan itu menimbulkan efek lain, maka perbuatan itu cenderung diulangi lagi. Siswa akan belajar lebih semangat apabila mengetahuidan mendapat hasil yang baik. Apabila hasilnya baik akan menjadi balikan yang menyenangkan dan berpengaruh baik bagi usaha belajar selanjutnya.
Namun dorongan belajar itu tidak saja dari penguatan yang menyenangkan tetapi juga yang tidak menyenangkan atau dengan kata lain adanya penguatan positif maupun negatif  dapat memperkuat belajar. Siswa yang belajar sungguh-sungguh akan mendapat nilai yang baik dalam ulangan. Nilai yang baik itu mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi. Nilai yang baik dapat merupakan operan conditioning atau penguatan positif. Sebaliknya, anak yang mendapat nilai yang jelek pada waktu ulangan akan merasa takut tidak naik kelas, karena takut tidak naik kelas ia terdorong untuk belajar yang lebih giat. Di sini nilai jelek dan takut tidak naik kelas juga bisa mendorong anak untuk belajar lebih giat, inilah yang disebut penguatan negatif.
7.      Perbedaan Individu
Siswa merupakan makhluk individu yang unik yang mana masing-masing mempunyai perbedaan yang khas, seperti perbedaan intelegensi, minat, bakat, hobi, tingkah laku maupun sikap, mereka berbeda pula dalam hal latar belakang kebudayaan, social ekonomi dan keadaan orang tuanya. Guru harus memahami perbedaan siswa secara individu, agar dapat melayani pendidikan yang sesuai dengan perbedaannya itu.
Siswa akan berkembang sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Setiap siswa juga memilki tempo perkembangan sendiri-sendiri, maka guru dapat memberikan pelajaran sesuai dengan temponya masing-masing., perbedaan individu ini berpengaruh pada cara dan hasil belajar siswa. Karenanya, perbedaan individu perlu diperhatikan oleh guru dalam upaya pembelajaran. System pendidikan klasik yang dilakukan di sekolah kita kurang memperhatikan masalah perbedaan individu, umumnya pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan melihat siswa sebagai individu dengan kemampuan rata-rata, kebiasaan yang kurang lebih sama, demikian pula dengan pengetahuan.





BAB III
PEMBAHASAN

3.1  Guru yang mampu membangkitkan perhatian dan motivasi

Telah disebutkan di muka bahwa perhatian dan motivasi merupakan hal yang sangat menentukan dalam proses belajar mengajar. Baik guru sebagai pengajar maupun murid sebagai peserta didik harus memiliki perhatian dan motivasi yang tinggi ketika terlibat dalam proses belajar dan mengajar.
      Peran guru dalam membangkitkan perhatian dan motivasi siswa sangat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Sehingga guru yang paling ideal adalah guru yang bukan hanya menyampaikan materi tetapi juga bisa memotivasi siswa dengan cara menginspirasinya.
Seorang guru tidak akan berhasil memotivasi siswa ketika di dalam dirinya sendiri tidak memiliki motivasi dan kecintaan yang tinggi terhadap tugasnya sebagai seorang guru. Dengan demikian guru yang ideal dan berhasil dalam menjalankan proses belajar mengajar adalah guru yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap tugas-tugasnya yang dijalankannya dengan penuh cinta dan keikhlasan. Guru  yang demikian akan senantiasa memiliki ide dan tergugah untuk senantiasa mencari solusi bagi permasalahan yang dihadapinya maupun permasalahan anak didiknya.
3.2. Beberapa cara membangkitkan perhatian dan motivasi siswa
 Seorang guru yang ingin berhasil dalam program pembelajaran harus memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang bagaiaman memotivasi dan menarik perhatian peserta didiknya. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menarik perhatian dan motivasi siswa adalah sebagai berikut :
a.          Mempahamkan siswa bahwa hal yang akan dipelajarinya adalah ada kaitannya    dengan kebutuhan hidupnya kelak secara langsung.
b.         Senantiasa mengikuti   perkembangan lingkungan pergaulan  peserta didik dan ketertarikannya dengan hal-hal khusus, dan selalu menghubungkan materi yang disampaikan dengan dunia yang dekat dan menarik baginya.
c.       Senantiasa menggunakan kata-kata yang positif dalam mengomentari, menanggapi,maupun menindak lanjuti segala bentuk reaksi peserta didik sehingga tidak memunculkan kesan negatif di dalam diri peserta didik terhadap guru.
d.      Tanamkan kesan kepada peserta didik bahwa dirinya senantiasa mendapatkan perhatian penuh dari gurunya dengan selalu menyampaikan catatan kemajuan semua siswa secara rutin di hadapan mereka. Catatan kemunduran siswa disampaikan secara pribadi kepada siswa yang bersangkutan saja. Dengan cara ini siswa akan merasa dirinya senantiasa dipantau dan diperhatikan secara penuh oleh gurunya. Karena detil perkembangannya diketahui secara jelas.
e.       Senantiasa memberikan penghargaan terhadap sekecil apapun kemajuan yang diraih siswa.
f.       Memotivasi dengan memberikan gambaran keberhasilan tokoh-tokoh idola mereka yang memiliki perjalanan hidup yang bisa dijadikan contoh untuk berjuang dan maju dengan penuh motivasi.
                                                                                                                               


BAB IV
PENUTUP
4.1              Kesimpulan
1.      Dalam proses belajar mengajar kepribadian guru sebagai faktor yang sangat penting dan sangat berpengaruh terhadap para siswa.
2.      Guru harus menguasai hal-hal yang berhubungan dengan prinsip-prinsip pembelajaran agar tidak salah dalam mengambil tindakan.
3.      Guru yang baik adalah guru bisa menginspirasi siswa dan mengajar dengan penuh kecintaan
4.      Perhatian dan motivasi adalah hal yang senantiasa harus dimunculkan dalam kegiatan pembelajaran untuk lebih memudahkan mencapai keberhasilan

4.2.    Saran
1.      Guru seharusnya dapat membina siswa dengan penuh cinta dan keikhlasan  yang tinggi agar dirinya sendiri maupun siswa didiknya termotivasi untuk maju dan meraih prestasi.


Daftar Pustaka
 
Hamalik, Oemar .1990. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo
Harsono.1988. Choaching dan aspek-aspek psikologi dalam choacing. Jakarta : CV. Tambak Kusuma
Suryabrata, Sumadi.1990. Psikologi perkembangannya. Yogjakarta : Rake Sarasin
Robbin, Stephen.2007. perilaku organisasi buku. Jakarta : Salemba Empat

Reaksi:

0 komentar: