Laman

Minggu, 27 Desember 2015

Bahasa Bugis

Bahasa Bugis

Bahasa Bugis adalah salah satu dari rumpun bahasa Austronesia yang digunakan oleh etnik Bugis di Sulawesi Selatan, yang tersebar di Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, sebahagian kabupaten Enrekang, sebahagian kabupaten Majene, Kabupaten Luwu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bulukumba, dan Kabupaten Bantaeng.Bahasa Bugis terdiri dari beberapa dialek. Seperti dialek Pinrang yang mirip dengan dialek Sidrap. Dialek Bone (yang berbeda antara Bone utara dan Selatan). Dialek Soppeng. Dialek Wajo (juga berbeda antara Wajo bagian utara dan selatan, serta timur dan barat). Dialek Barru, Dialek Sinjai dan sebagainya. Lontara adalah aksara tradisional masyarakat BugisMakassar.
Dalam hal pernikahan, suku bangsa Bugis memegang kepercayaan dan standar-standar tertentu mengenai kecocokan pasangan suami-isteri ideal seperti agama, kekerabatan, status sosial, dan sifat-sifat pribadinya. Oleh karena itu, seleksi pengantin wanita atau pengantin laki-laki adalah soal yang tidak dapat diserahkan pada pemuda Bugis sendiri. Orang tuanya berperan besar dalam memilih pasangan buat anaknya. Dalam pemilihan pasangan tersebut, status sosial dan kemampuan keuangan sangat penting. Untuk para lelaki kemampuan keuangan merupakan hal yang ditekankan dan untuk para wanita, kemampuan domestik sebagai pengurus rumah-tangga.
Selanjutnya, laki-laki dan wanita diharapkan menikah atau etiket jelek tertentu akan diletakkan kepada mereka. Etiket bagi wanita berhubungan dengan nilai perdagangan mereka sedangkan etiket negatif bagi laki-laki yang belum menikah behubungan dengan daya seksual mereka.Sebagai catatan terakhir mengenai pernikahan orang Bugis, konsep perkawinan dalam agama Islam sendiri berhubungan dengan konsep halal [mengizinkan] dan haram [terlarang]. Karena seks di luar perkawinan terlarang maka perkawinan adalah satu-satunya cara untuk mensahkan aktivitas seksual di antara seorang laki-laki dan seorang wanita. Oleh karena itu, sebaiknya mereka menikah untuk mensahkan hubungan seksualnya.Kalau tidak, persetubuhan akan dipertimbangkan sebagai perbuatan zina.
CONTOH KATA BAHASA BUGIS MENURUT DAFTAR KATA SWADESH
Data Gloss
Lima Tangan
Aje Kaki
Uli Kulit
Punggung Punggung
Bubuwa Perut
Buku Tulang
Usus Usus
Uso Hati
Susu Susu
Salangka Selangka
Dara darah
Ulu Kepala
Elllong Leher
Gemme’ Rambut
Timu Mulut
Isi Gigi
Lila Lidah
Daucculi Telinga
Inge’ Hidung
Mata Mata
Ana’ Anak
Lakkai Suami
Baine Istri
Ambo’ Ayah
Indo’ Ibu
Iyya’ Saya
Iko, idiq Kamu
Idiq,ikken Kita
Iko Dia
Ikkeng Mereka
Tau Orang
Oroane laki-laki
Makkunrai Perempuan
Aseng Nama
Joppa, jokka Berjalan
Pole, takkappo Datang
Leko Belok
Nange Berenang
Pikkiri Berpikir
Nappase’, manynyawa Bernafas
Emmau Mencium
Macawa Tertawa
Mpuno Membunuh
Lari Lari
Laleng Jalan
Manre Makan
Minung Minum
Okko Menggigit
marengkalinga Mendengar
Ita Melihat
Matinro Tidur
Lewu Berbaring
Tudang Duduk
Tettong Berdiri
Makkeda Berkata
Mabbicara Berbicara
Mappau-pau Bercerita
Mabbisi’-bisi’ Berbisik
Mattunu Membakar
Bale Ikan
Tedong Kerbau
Sapi Sapi
Anynyarang Kuda
Meong Kucing
Bembe’ Kambing
Utu Kutu
Pong aju Pohon
Bine Benih
Daun Daun
Ure’ Akar
Mata esso Matahari
Uleng, keteng Bulan
Wittoing Bintang
Uwae Air
Bosi Hujan
Batu Batu
Tana Tanah
Maloppo Besar
Baiccu’ Kecil
Malampe Panjang
Maponco’ Pendek
Matanre Tinggi
Mapance’ Rendah
Masakka Lebar
Macikke’ Sempit
Cedde’ Sedikit
Siare’, maega Beberapa
Iya maneng,. ikkeng Semua
Maega Banyak
De Tidak
Kegi di mana
Kega, pega Ke mana
Aga Apa
Niga Siapa
Siaga Berapa
Ku Di
Kumaiyye di sini
Kuritu di situ
Ittelo Telur







 

Referensi :
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Bugis
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Lontara
  3. http://telukbone.blogspot.com/2013/03/bahasa-bugis-bukti-eksistensi-budaya_6317.html
Reaksi:

0 komentar: