Laman

Senin, 09 November 2015

MACAM MACAM CONTOH TEKNIK DALAM PENGAMBILAN SAMPEL

 MACAM MACAM CONTOH  TEKNIK DALAM PENGAMBILAN SAMPEL


Cara Menentukan Besarnya Sampel (Sample Size)

Semakin besar sampel yg diambil akan semakin representatif dari populasi dan hasil penelitian lbh dapat digeneralisasikan. Masalah besar sampel merupakan hal yg sulit utk dijawab sebab terkadang dipengaruhi oleh dana yg tersedia utk melakukan penelitian. Namun demikian hal yg penting utk diperhatikan adl terdapat alasan yg logis utk pemilihan teknik sampling serta besar sampel dilihat dari sudut metodologi Penelitian.
Dilihat dari substansi tujuan penarikan sampel yakni utk memperoleh representasi populasi yg tepat maka besar sampel yg akan diambil perlu mempertimbangkan karakteristik populasi serta kemampuan estimasi. Pertimbangan karakteristik populasi akan menentukan teknik pengambilan sampel ini dimaksudkan utk mengurangi atau menghilangkan bias sementara kemampuan estimasi berkaitan dgn presisi dalam mengestimasi populasi dari sampel serta bagaimana sampel dapat digeneralisasikan atas populasi upaya utk mencapai presisi yg lbh baik memerlukan penambahan sampel seberapa besar sampel serta penambahan akan tergantung pada variasi dalam kelompok tingkat kesalahan yg ditoleransi serta tingkat kepercayaan.
Menurut Pamela L. Alreck dan Robert B. Seetle dalam buku The Survey Research Handbook utk Populasi yg besar sampel minimum kira-kira 100 responden dan sampel maksimum adl 1000 responden atau 10% dgn kisaran angka minimum dan maksimum.
Secara lbh rinci Jack E. Fraenkel dan Norman E. Wallen menyatakan bahwa minimum sampel adl 100 utk studi deskriptif 50 utk studi korelasional 30 per kelompok utk studi kausal komparatif. L.R Gay dalam buku Educational Research menyatakan bahwa utk riset deskriptif besar sampel 10% dari populasi riset korelasi 30 subjek riset kausal komparatif 30 subjek per kelompok dan riset eksperimental 50 subjek per kelompok. Sementara itu Krejcie dan Morgan menyusun ukuran besar sampel dalam bentuk tabel sebagai berikut :
Besar Sampel menurut besar Populasi
Populasi
Sampel
5
5
10
10
15
14
20
19
25
24
30
28
35
32
40
36
45
40
50
44
55
48
60
52
65
56
70
59
75
63
80
66
85
70
90
73
95
76
100
80
110
86
120
92
130
97
140
103
150
108
160
113
170
118
180
123
190
127
200
132
210
136
220
140
230
144
240
148
250
152
260
155
270
159
280
162
290
165
300
169
320
175
340
181
360
186
380
191
400
192
420
196
440
201
460
205
480
210
484
214
500
217
550
226
600
234
650
242
700
248
750
254
800
260
850
265
900
269
950
274
1000
278
1100
285
1200
291
1300
297
1400
302
1500
306
1600
310
1700
313
1800
317
1900
320
2000
322
2200
327
2400
331
2600
335
2800
338
3000
341
3500
346
4000
351
4500
354
5000
357
6000
361
7000
364
8000
367
9000
368
10000
370
15000
375
20000
377
30000
379
40000
380
50000
381
75000
382
100000
382
1000000
384
Dari Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan (Sumanto 1995)




Teknik Pengambilan Sampel, (Cluster Sampling) Pengambilan Sampel Kelompok

Cluster Sampling adl teknik pengambilan sampel dimana pemilihan mengacu pada kelompok bukan pada individu. Cara seperti ini baik sekali utk dilakukan apabila tak terdapat atau sulit menentukan/menemukan kerangka sampel meski dapat juga dilakukan pada populasi yg kerangka sampel sudah ada. Sebagai contoh : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan ingin mengetahui bagaimana Sikap Guru SLTP terhadap Kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) besar sampel adl 300 orang kemudian ditentukan Cluster misal sekolah Jumlah SLTP sebanyak 66 Sekolah dgn rata-rata jumlah Guru 50 orang maka jumlah cluster yg diambil adl 300 : 50 = 6 kemudian dipilih secara acak enam Sekolah dan dari enam sekolah ini dipilih secara acak 50 orang Guru sebagai anggota sampel. Pengambilan sampel dgn cara yg sudah disebutkan di atas umum dilakukan pada populasi yg bersifat terbatas (Finit) sementara itu utk Populasi yg jumlah dan identitas anggota populasi tak diketahui (Infinit) pengambilan sampel biasa dilakukan secara tak acak (Non random Sampling). Adapun yg termasuk pada cara ini adl :
  • Quota Sampling : yaitu penarikan sampel yg hanya menekankan pada jumlah sampel yg harus dipenuhi.
  • Purposive Sampling : pengambilan sampel hanya pada individu yg didasarkan pada pertimbangan dan karakteristik tertentu.
  • Accidental Sampling : pengambilan sampel dgn jalan mengambil individu siapa saja yg dapat dijangkau atau ditemui.



Teknik Pengambilan Sampel, (Stratified Sampling) Pengambilan Sampel Berstrata

Pengambilan sampel berstrata merupakan teknik pengambilan sampel dimana populasi dikelompokan dalam strata tertentu kemudian diambil sampel secara random dgn proporsi yg seimbang sesuai dgn posisi dalam populasi. Sebagai contoh seorang Kepala Sekolah ingin mengetahui tanggapan Siswa tentang pelaksanaan program Keterampilan. Jumlah Siswa sebanyak 2000 orang dgn komposisi kelas 3 sebanyak 600 siswa kelas 2 sebanyak 400 siswa dan kelas 1 sebanyak 1000 siswa besar sampel yg akan diambil adl 200 orang jika strata berdasarkan Kelas maka langkah yg harus dilakukan adl :
  • Tetapkan proporsi strata dari populasi hasil kelas 3 sebesar 30% Kelas 2 sebesar 20% dan kelas 1 sebesar 50%
  • Hitung besar sampel utk masing-masing strata hasil kelas 3 sebanyak 60 siswa kelas 2 sebanyak 40 siswa dan kelas 1 sebanyak 100 siswa
  • Kemudian pilih anggota sampel utk masing-masing strata secara acak (random sample).
Cara lain penentuan sampel berstrata adl menentukan dulu proporsi sampel atas populasi dalam kasus di atas proporsi adl 10 % kemudian proporsi ini dikalikan jumlah siswa pada tiap strata dan hasil akan sama dgn cara diatas. Sesudah langkah tersebut dilakukan baru instrumen penelitian disebarkan kepada anggota sampel yg sudah terpilih. Apabila jumlah sampel disamakan utk tiap strata cara itu disebut penarikan sampel strata tak proporsional (Disproportional Stratified Sampling) sedangkan jika disesuaikan dgn proporsi strata dalam populasi disebut pengambilan sampel strata proporsional (Proportional Stratified Sampling) baca juga Simple Random Sampling Systematic Sampling




Teknik Pengambilan Sampel, (Systematic Sampling) Pengambilan Sampel secara Sistimatis

Systematic Sampling (Pengambilan Sampel secara Sistimatis) merupakan Alternatif lain pengambilan sampel yg sangat bermanfaat utk pengambilan sampel dari populasi yg sangat besar. Pengambilan sampel secara sistematis adl suatu metode dimana hanya unsur pertama dari sampel yg dipilih secara acak sedang unsur-unsur selanjut dipilih secara sistematis menurut suatu pola tertentu. Sebagai contoh Kepala Dinas Pendidikan ingin mengetahui bagaimana Motivasi Kerja Kepala Sekolah di Kabupaten Kuningan yg berjumlah 1000 orang dan akan mengambil sempel 100 orang Kepala sekolah kemudian Nama-nama Kepala Sekolah disusun secara alpabetis lalu dipilih sampel per sepuluh Kepala Sekolah utk itu disusun nomor dari 1 sampai 10 lalu diundi utk memilih satu angka jika angka lima yg keluar maka sampel adl nomor 5 15 25 35 dan seterus sampai diperoleh jumlah sampel yg dikehendaki. Dalam pengambilan sampel secara sistematis dikenal dua istilah yaitu interval pengambilan sampel (Sampling intervals) yaitu perbandingan antara populasi dgn sampel yg diinginkan dan proporsi pengambilan sampel (sampling Fraction/Sampling Ratio) yaitu perbandingan antara ukuran sampel dengan populasi. Dari contoh di atas Sampling interval adl 1000 : 100 = 10 dan sampling ratio adl 100 : 1000 = 01. Contoh tersebut juga dapat disebut sebagai Systematic Sampling with random start dimana awal penentuan sampel dilakukan secara acak baru sesudah itu dilakukan langkah-langkah sistematis sesuai dgn prosedurnya. Cara pengambilan sampel seperti ini menurut Jack R. Fraenkel dan Norman E Wallen bisa dikategorikan sebagai random sampling jika daftar populasi disusun secara random dan sampel diambil dari daftar tersebut. baca juga Simple Random Sampling



Teknik Pengambilan Sampel, Simple Random Sampling

Pengambilan (Simple Random Sampling) sampel acak sederhana adl suatu cara pengambilan sampel dimana tiap unsur yg membentuk populasi diberi kesempatan yg sama utk terpilih menjadi sampel. Cara ini sangat mudah apabila telah terdapat daptar lengkap unsur-unsur populasi. Prosedur yg cukup akurat utk pengambilan sampel secara acak adl dgn menggunakan tabel angka acak (Table of random numbers) disamping itu dapat pula dilakukan dgn cara mengundi. Pengambilan sampel acak yg dilakukan sesuai prosedur sama sekali bukan jaminan bahwa suatu sampel akan menjadi representasi sempurna dari populasi krn bisa saja terjadi pengambilan sampel secara random dalam kenyataan menghasilkan suatu sampel yg unik akan tetapi perlu pengambilan sampel secara acak harus dipahami dalam konteks proses kemungkinan apabila sampel acak diambil dari suatu populasi secara berulang-ulang maka secara umum seluruh sampel tersebut akan mampu memberikan estimasi yg lbh akurat terhadap populasi demikian juga variabilitas atau kekeliruan dapat diestimasi dan uji signifikansi statistik juga menunjukan probabilitas hasil dgn mempertimbangkan kekeliruan pengambilan sampel (Sampling Error). Baca juga Systematic Sampling, Stratified Sampling



 SUMBER : http://beritaislamimasakini.com









































Reaksi:

0 komentar: