Laman

Minggu, 08 Februari 2015

NARCISSUS DAN ROMANTISME




Narkissos diceritakan sebagai seorang pemuda yang memiliki wajah tampan. Dia adalah anak dari dewa sungai, Kefissos. Ibunya adalah seorang nimfa bernama Liriope. Ketika Narkissos masih kecil, seorang peramal bernama Teiresias berkata kepada kedua orang tuanya bahwa anak mereka akan berumur panjang apabila tidak melihat dirinya sendiri. Akibat ketampanannya banyak yang jatuh cinta kepada Narkissos. Salah satunya nimfa tersebut bernama Ekho yang jatuh cinta kepadanya.
Tidak seorang pun yang dibalas cintanya oleh Narkissos. Demikian pula Ekho. Ekho hidup dalam kesendirian dan kesedihannya. Dewi Nemesis mendengar doa Ekho yang cintanya ditolak tersebut. Nemessis mengutuk Narkissos supaya jatuh cinta kepada bayangannya sendiri. Kutukan tersebut menjadi kenyataan ketika Narkissos melihat bayangan dirinya di sebuah kolam. Dia tak henti-hentinya mengagumi sosok yang terlihat dari pantulan air di kolam itu. Sampai matinya dia terusa memandangi bayangan dirinya tersebut.
Ada sebuah versi lain yang mengatakan bukan Ekho yang jatuh cinta kepada Narkissos melainkan seorang pria bernama Ameinias. Kesal “dikejar-kejar” Ameinias, Narkissos mengiriminya sebuah pedang sebagai hadiah. Kesal karena cintanya ditolak Ameinias bunuh diri di hadapan Narkissos dengan pedang yang dihadiahkan kepadanya. Sebelum bunuh diri, Ameinias mengutuk Narkissos bahwa Narkissos jatuh cinta kepada bayangannya sendiri dan dalam keputusasaannya Narkissos akan akan bunuh diri.
Narcisuss adalah subyek yang sangat popular dalam seni Romantik. Dalam psikiatri Freudian dan psikoanalisis, terminologi narsisisme merujuk pada tingkat self-esteem yang berlebihan, suatu kondisi yang biasanya adalah bentuk dari ketidakmatangan emosional





imagesec34c.jpg
imagesaeq42.jpg
wecw.jpg
Romantisme
Romance adalah istilah yang digambarkan sebagai perasaan menyenangkan kegembiraan dan bertanya-tanya terkait dengan cinta. Hal ini juga digunakan sebagai cara untuk pengadilan atau mengejar amorously.
Dalam konteks hubungan cinta romantis, romance biasanya menyiratkan satu ekspresi cinta, atau seseorang keinginan emosional yang dalam dapat terhubung dengan orang lain. Hal ini khususnya muncul dalam cinta platonis mana dorongan seksual adalah disublimasikan menjadi ekspresi keinginan.
Secara historis, istilah " roman" berasal dengan abad pertengahan ideal ksatria sebagaimana tercantum dalam Surat Romance sastra.
Definisi Umum
cinta romantis adalah relatif panjang, tetapi secara umum diterima sebagai definisi yang membedakan saat-saat dan situasi dalam hubungan interpersonal untuk individu sebagai kontribusi ke koneksi hubungan yang signifikan.
Sejarah definisi
Para sejarawan percaya bahwa bahasa Inggris "sebenarnya kata" roman dikembangkan dari bahasa daerah dialek dalam bahasa Perancis berarti "narasi ayat"-merujuk pada gaya berbicara, menulis, dan bakat artistik dalam elit kelas. Kata ini awalnya merupakan keterangan tentang asal-usul bahasa Latin "Romanicus," yang berarti "dari Romawi gaya. " Gagasan menghubungkan adalah bahwa cerita vernakular abad pertengahan Eropa biasanya tentang petualangan kesatria, tidak menggabungkan gagasan tentang cinta sampai akhir abad ke tujuh belas.
Kata "romance" juga telah dikembangkan dengan arti lain dalam bahasa lain seperti awal abad kesembilan belas dan Italia Spanyol definisi "petualang" dan "bergairah", kadang-kadang menggabungkan gagasan tentang "kisah cinta" atau "kualitas idealis."
Dalam masyarakat primitif, ada ketegangan antara perkawinan dan erotis, tapi ini sebagian besar disajikan dalam tabu mengenai siklus menstruasi dan melahirkan.
Antropolog seperti Claude Levi-Strauss menunjukkan bahwa ada bentuk-bentuk kompleks pacaran di kuno serta masyarakat primitif kontemporer. Mungkin tidak ada bukti, bagaimanapun, bahwa anggota masyarakat tersebut membentuk hubungan cinta yang berbeda dari kebiasaan yang didirikan mereka dengan cara yang akan paralel asmara modern.
Sebelum abad ke-18, seperti sekarang, ada banyak pernikahan yang tidak diatur - yang bangkit dari kurang spontan hubungan atau lebih. Setelah abad ke-18, hubungan haram itu pada peran yang lebih independen. Dalam perkawinan borjuis, illicitness mungkin telah menjadi lebih tangguh dan cenderung menimbulkan ketegangan. Dalam Ladies Kelas Leisure, Rutgers University profesor Bonnie G. Smith menggambarkan dan pernikahan ritual pacaran yang mungkin dipandang sebagai menindas orang modern. Dia menulis "Ketika para wanita muda dari Nord menikah, mereka melakukannya tanpa ilusi cinta dan asmara bertindak.

Romantisme merupakan corak dalam seni rupa yang berusaha menampilkan unsur fantasi, irasional, indah dan absurd. Aliran ini mencoba menggambarkan sesuatu dari sudut pandang yang romantis sekalipun temanya adalah suatu tragedi yang dramatis. Cara pelukis menggambarkan objeknya bisa jadi sedikit menyimpang dari kenyataan. Jika itu menggambarkan objek atau orang yang sedang bergerak, maka ia di gambar lebih lincah, lebih gagah. Tokoh pria di gambarkan lebih gagah dan tokoh wanita di gambarkan lebih seksi dan cantik. Bermula dari aliran inilah kemungkinan besar para model yang akan di tampilkan dalam bentuk foto maupun visual yang lain di zaman sekarang memerlukan bantuan seorang pengarah gaya.
Aliran romantisme ini bermula pada akhir abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19. Nuansa ini telah mempengaruhi karakteristik budaya dan banyak karya seni dalam peradaban Barat.
Dimulai dengan gerakan kesenian dan intelektual yang kemudian berimbas pada terjadinya suatu revolusi kemapanan nilai nilai sosial dan keagamaan. Akibat lain yang di bawa aliran romantisme ini meninggalkan individualisme, subjektivitas, irasionalisme imajinasi, emosi, dan emosi alami melebihi alasan dan rasa intelektual.
Romantisisme muncul sebagai sebuah gerakan seni, sastra dan intelektual dariEropa Barat di abad ke-18. Gerakan ini juga muncul sebagai salah satu reaksi terhadap revolusi industri. Romantisme adalah gerakan yang ingin melepaskan diri dari norma norma kebangsawanan yang mengekang kebebasan berekspresi. Demikian juga reaksi sosial terhadap periode pencerahan dan rasionalisasi terhadap alam, dalam seni dan sastra.

Reaksi:

0 komentar: